Read more
![]() |
| Bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan Belitung yang akan diambil alih AP II untuk jadi bandara internasional. Foto/Istimewa |
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengungkapkan, konsep pengambilalihan bandara tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 136 tahun 2016, dimana disebutkan bahwa pengelolaan aset Badan Layanan Umum (BLU) bisa dikerjasamakan dengan swasta dan BUMN.
"Kami melirik enam bandara yang sedang kami diskusikan dengan Kemenhub, yang akan kami dorong untuk BLU ini," katanya dalam acara buka puasa bersama PT Angkasa Pura II (Persero) di Keraton The Plaza, Jakarta, Rabu (14/6/2017).
Menurutnya, pengambilalihan ini juga berkaitan dengan program pemerintah. Misalnya, Bandara Hanandjoeddin di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, yang rencananya akan dioperasikan sebagai bandara internasional. Hal ini guna mendukung program pariwisata pemerintah. "Mereka minta dipastikan bandaranya bisa mendukung itu (pariwisata)," imbuh dia.
Sementara untuk bandara yang dikelola TNI AU dan akan diambilalih oleh perseroan adalah Bandara Wirasaba yang ada di Purbalingga, Jawa Tengah. Saat ini, bandara tersebut masih menjadi basis landasan udara TNI AU. Sedangkan untuk bandara yang dikelola BUMD adalahBandara Internasional Jawa Barat Kertajati.
"Dan yang punya swasta adalah Bintan Aviation Internasional yang jadi resort facilities dan akan dikerjasamakan ke kami. Tapi tidak sekaligus tahun ini melainkan bertahap untuk menuntaskan sembilan bandara ini, mungkin akan carry over tahun 2018," tandasnya.
(ven)




0 Reviews