Jelang Lebaran, BI Sosialisasi Perbedaan Uang Palsu ke Masyarakat

Jelang Lebaran, BI Sosialisasi Perbedaan Uang Palsu ke Masyarakat

Size
Price:

Read more

Hasil gambar untuk uang palsu ilustrasi
Ilustrasi uang palsu 

Ipapnews.com, Jakarta - Bagi-bagi uang kertas pecahan nominal tertentu menjadi tradisi saat Hari Raya Idul Fitri tiba. Guna mencegah adanya masyarakat yang tertipu uang palsu, BI pun melakukan sosialisasi.

Dalam sosialisasi itu, BI menjelaskan tentang cara membedakan uang palsu dengan uang asli. BI menilai tidak menutup kemungkinan momen lebaran dimanfaatkan pencetak uang palsu untuk mencari keuntungan.

"Ciri uang asli warnanya cerah karena dicetak dengan tinta khusus. Di lihat dalam uang itu ada benang pengaman yang vertikal putus-putus dan kalau digerakkan (benangnya, red) warnanya berubah-ubah karena hologram," jelas Direktur Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Decymus, usai menghadiri rilis pengungkapan uang palsu di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/6/2017).


(Baca Juga: Baru Bebas dari Penjara Malah Ingin Masuk Lagi Gara - Gara Membuat Uang Palsu)

Decymus menerangkan lebih lanjut, uang kertas asli memiliki ciri bertekstur kasar bila diraba. Kemudian bila diterawang dengan cahaya, akan nampak gambar pahlawan serta logo Bank Indonesia yang rectoverso. Pada uang palsu, gambar pahlawan dan logo rectoverso tersebut tak akan muncul saat diterawang.

"Lalu teksturnya kasar, kalau yang palsu itu licin karena fotocopy-an. Kemudian diterawang, ada beberapa bagian di uang yang kalau diterawang di cahaya itu ada gambar pahlawan dan logo BI-nya rectoverso," terang Decymus.

Untuk memerangi peredaran uang palsu, Decymus mengatakan pihaknya telah mengambil langkah preventif yaitu sosialisasi perbedaan uang asli dan palsu ke masyarakat. Sedangkan langkah preemtif dengan meningkatkan bahan baku pembuatan kertas agar tidak mudah ditiru speknya.

"Kalau dari sisi preventif kami begitu gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat, baik itu melalui pertemuan dengan kelompok masyarakat, siaran radio, di TV. Kami juga melakukan sosialisasi kepada pelajar dari usia dini," ujar Decymus.

"Sedangkan (upaya memerangi uang palsu, red) yang preemtif , kami terus memperkuat bahan uang dan unsur pengaman uang agar tidak mudah dipalsukan," sambung Decymus. 


(Baca Juga: Teman Pembuat Uang Palsu yang Baru Keluar Penjara Diburu)


Sumber: detik.com 

0 Reviews

Contact form

Name

Email *

Message *