Read more

Seorang penumpang Mobil Daihatsu Luxio nopol L 1682 HN tewas di tempat. Diduga mobil yang ditumpangi 10 orang ini kelebihan muatan.
Peristiwa terjadi ketika mobil melaju dari Surabaya ke Kediri untuk mengantar Firdaus ke pondok pesantren di Kediri, melalui Tol Sumo.
Tiba-tiba sampai di KM 721 ban mobil belakang kanan kempes. Sehingga mobil oleng ke kiri, kemudian sang sopir Saifudin Ulinnuha Ahmad (29), membanting setir ke kanan sehingga menabrak pembatas jalan dan mobil terguling.
Sepuluh penumpang, semuanya warga Pagesangan Surabaya itu satu persatu keluar dari dalam mobil. Namun, seorang penumpang atas nama Kanti Rahayu (80), mengalami luka berat pada wajah dan kepala.
Diduga akibat membentur kursi mobil bagian tengah, sebab duduk di bangku paling belakang bersama dua penumpang lain. Akhirnya, Kanti Rahayu meninggal dunia di tempat.
Akibat Kecelakaan tunggal tersebut, mobil mengalami kerusakan parah. Kaca bagian belakang mobil pecah.
Bodi samping kanan belakang peyok. Sementara para korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
Kanit Laka Satlantas Polres Gresik, Iptu Supriyono mengatakan, ada 10 orang dalam kendaraan tersebut. Delapan orang dewasa dan dua anak kecil usia tiga bulan dan delapan bulan.
Dari hasil pemeriksaan dan keterangan Supardi, penumpang mobil yang duduk di samping kiri sopir, mengatakan tombongan akan mengantar keponakan ke pondok pesantren di Kediri.
"Biar cepat sampai Kediri, mobil memilih jalan Tol Sumo. Tapi akhirnya malah celaka," ujarnya.
Menurut Iptu Supriyono, diduga mobil melebihi muatan. Sebab penumpang delapan orang dewasa dan dua anak-anak.
Posisi penumpang pada bagian depan ada dua orang, sopir dan Supardi. Baris kedua ada tiga orang dewasa dan satu bayi usia tiga bulan digendong ibunya.
Sedangkan baris ketiga atau paling belakang ada tiga orang dewasa juga ditambah satu bayi usia delapan bulan.
"Itu belum termasuk barang bawaan di bagasi mobil yang banyak," terangnya.
Untuk korban Kanti rahayu, posisinya ada di belakang sendiri bersama Ayu Nur Lestari dengan menggendong anaknya dan Firdaus yang akan menuntut ilmu di pondok pesantren.
Penyidik Satlantas Polres Gresik sempat kesulitan melakukan pemeriksaan sebab, pihak keluarga sempat menolak untuk dimintai keterangan.
Alasannya karena musibah tunggal tanpa melibatkan orang lain. “Tetap kami tetap mintai keterangan untuk laporan,” katanya.
Sebelumnya kecelakaan maut di Tol Sumo yang menewaskan satu orang juga terjadi dengan melibatkan Mitsubishi Pajero.
Sama dengan Daihatsu Luxio yang ditumpangi 10 orang, kedua kendaraan celaka akibat ban kempes tapi kendaraan terus dipacu.
Untuk itu, pihaknya, kata Ipda Supriyono menghimbau agar pemudik pengguna jalan Tol Sumo untuk berhati-hati dengan mematuhi lalu lintas.
"Apalagi kondisi jalan Tol Sumo juga masih baru, sehingga kewaspadaan harus benar-benar dikedepankan," tegasnya. (Surya/Sugiyono)



0 Reviews