Read more
![]() |
| Ilustrasi (dok. Okezone) |
Ipapnews.com, JAKARTA - Kejahatan disertai kekerasan menggunakan senjata api kembali marak memasuki Bulan Ramadan 1438 Hijriah.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan menjelaskan, faktor pemicu maraknya kejahatan jenis ini adalah pengawasan yang lemah terhadap peredaran senjata api. Karena itu, ia meminta kepolisian untuk meningkatkan operasi-operasi untuk memberantas peredaran sejata ilegal.
"Saya kira pengawasan perlu ditingkatkan, termasuk pemberian izin kepada masyarakat yang mengajukan," kata Edi kepada Okezone, Rabu (14/6/2017).
Selain itu, banyak pula industri rumahan yang memproduksi senjata api ilegal. Perlu tindakan tegas dari kepolisian untuk membongkar industri-industri tersebut.
"Ini jelas pelanggaran hukum dan sangat membahayakan. Saya kira di Sumatera Selatan, Jawa Barat, ada beberapa tempat, pabrik senjata api dan harus betul-betul dipantau," kata dia.
"Salah satu solusinya adalah perlu meningkatkan pengawasan, patroli operasi-operasi perlu dihidupkan kembali, operasi pekat dan lain-lain," lanjut Edi.
Sebelumnya, perampokan disertai penembakan terkini terjadi di sebuah SPBU di Daan Mogot, Jakarta Barat. Davidson Tantono (30) tewas ditembak sejumlah perampok, Jumat 9 Juni 2017 sekitar pukul 13.30 WIB. Perampok lari membawa uang sejumlah Rp350 juta yang merupakan gaji karyawan di perusahaan tempat Davidson bekerja.
(aky)
Sumber: Okezone




0 Reviews