Read more
Ipapnews.com - Berbicara tentang Rusia tidak hanya Moskow, tapi ada juga Grozny, ibukota negara bagian Chechnya. Di sini, nuansa Islam terasa lebih kental.
Negara bagian federasi Rusia ini, merupakan salah satu pusat konsentrasi muslim, dengan angka populasi yang sangat fantastis. Yakni sekitar 1,2 juta jiwa.
Beberapa tahun silam, Chechnya pernah luluh lantak akibat serangkaian peperangan panjang, yang menghancurleburkan negeri ini tanpa tersisa. Kini, Chechnya telah berhias diri. Di bawah kepemimpinan Ramzan Kadyrov, Grozny menjelma menjadi titik cahaya Islam di tengah Rusia .
Berjalan menelusuri Grozny, membawa ke dalam dimensi lain dari negara Rusia. Berbeda dengan Moskow, di Grozny, simbol-simbol Islam terasa jelas di setiap sudut kota.
Yang paling menonjol, lantunan suara sang muazin yang mengumandangkan azan untuk panggilan salat. Allahu akbar, sungguh Allah Maha Besar, yang membawa agama rahmatan lil alamin ke seluruh penjuru bumi ini .
Hamad dan Alimah, muslim asli Chechnya yang berbaik hati menerima kedatangan tim Jazirah Islam. Bersama mereka kita bisa melihat keseharian muslim Chechnya.
Persinggahan pertama adalah kawasan pasar tradisional, bernama Berkat. Pasar Berkat atau warga setempat memanggilnya Berkat Bazaar, terletak tak jauh dari pusat Kota Grozny.
Nama Berkat, dalam bahasa Chechen bermakna cukup, melimpah dan kemakmuran . Seperti harapan setiap warga Chechnya yang datang ke pasar ini. Setiap harinya, pasar ini buka mulai pukul 07.00 hingga pukul 15.00.
Beragam barang dagangan dijajakan di kios-kios kecil. Dari mulai aneka perlengkapan rumah tangga, pakaian, sayur mayur, hingga lauk pauk seperti ikan kering yang didatangkan dari wilayah lain.
Berpenduduk mayoritas muslim, bisa dipastikan seluruh barang dagangan yang dijual di dalam pasar ini halal, termasuk ayam potong yang akan dibeli Alimah. Selain kios-kios kecil, di bagian luar pasar Berkat, berjejer toko-toko yang juga menawarkan aneka kebutuhan bagi warga Grozny.
Keluarga Hamad dan Alimah dikaruniai 3 orang putra. Hamzah (20), Muslim (17) dan si bungsu Mansyur. Bagi Hamad dan Alimah, mereka adalah kebanggaan keluarga. Meski tidak hidup di gemerlap Moskow, mereka bisa melaksanakan ibadah dengan bebas dan bisa berkumpul bersama keluarga setiap hari, merupakan wujud rezeki Allah SWT yang tak terkira .
Jika bagi orang Indonesia beras adalah makanan utama, maka tepung merupakan sumber karbohidrat muslim Chechen. Untuk menyambut tamu, Alimah menyiapkan makanan special yaitu zizigh galnish.
Bagi muslimah Chechen, mereka telah dilatih untuk membuat hidangan zizigh galnish ini sejak masih belia. Dalam hidangan zizigh galnish, tak banyak bumbu digunakan, cukup sedikit garam dan penyedap rasa, untuk memperkuat rasa gurih pada kuah kaldu.
Selain menggunakan daging ayam, dalam kuliner zizigh galnish ala Chechnya, warga juga kerap memakai daging sapi atau domba. Di bulan Ramadan, hidangan ini menjadi menu utama untuk mengisi energi setelah seharian penuh berpuasa.
Kuatnya generasi Islam di Chechnya bukan datang dengan tiba-tiba. Kecintaan terhadap agama rahmatan lil alamin, dipupuk sejak mereka masih belia.
Di Grozny, ada sekolah hafiz atau penghafal Alquran bernama Kheda Kishieva. Sekolah ini telah berdiri selama 5 tahun, dengan jumlah siswa sekitar 100 orang, yang semuanya laki-laki.
Usia 8 tahun merupakan syarat minimal untuk memasuki sekolah ini. Setelah itu, setiap siswa akan menempuh masa pembelajaran Alquran hingga mereka berusia 13 tahun, 8 hingga 10 jam setiap harinya harus mereka habiskan untuk menghapal ayat-ayat suci Alquran.
Sekolah ini serupa dengan sistem pondok pesantren Alquran yang ada di Indonesia. Seluruh siswa difokuskan untuk membangun kemampuan diri dalam ilmu agama Islam.
Menakjubkan, negara federasi Chechnya, begitu serius melahirkan generasi baru yang cinta Islam dan Alquran. Sekolah ini sama sekali tak memungut biaya. Sang orangtua, hanya cukup membekali putra mereka dengan pakaian yang layak. Sementara fasilitas tempat tinggal dan kebutuhan makanan, didanai langsung oleh sang pemimpin, Ramzan Kadyrov.
Di sini, setiap siswa bebas untuk memilih cara untuk menghapal Alquran. Tak boleh ada paksaan atau hukuman. Kecintaan terhadap ayat-ayat suci Alquran dibangun dengan penuh cinta kasih. Yang terpenting ketika memasuki sekolah ini, sang calon siswa setidaknya bisa mengenali dan membaca huruf hijaiyah. Setelah itu, pelajaran akan dimulai dengan memberikan tugas untuk menghapal surat-surat pendek terlebih dahulu .
Jika seseorang menghapal 1 halaman kitab suci Alquran dalam sehari, maka, diperkirakan hapalan akan selesai dalam waktu sekitar 3 tahun. Benih-benih generasi muslim baru di Chechnya benar-benar membuat takjub. Setiap hari, mereka benar-benar dibimbing untuk mencintai Islam, agama rahmat bagi semesta alam.
Sumber: https://news.detik.com
Negara bagian federasi Rusia ini, merupakan salah satu pusat konsentrasi muslim, dengan angka populasi yang sangat fantastis. Yakni sekitar 1,2 juta jiwa.
Beberapa tahun silam, Chechnya pernah luluh lantak akibat serangkaian peperangan panjang, yang menghancurleburkan negeri ini tanpa tersisa. Kini, Chechnya telah berhias diri. Di bawah kepemimpinan Ramzan Kadyrov, Grozny menjelma menjadi titik cahaya Islam di tengah Rusia .
Berjalan menelusuri Grozny, membawa ke dalam dimensi lain dari negara Rusia. Berbeda dengan Moskow, di Grozny, simbol-simbol Islam terasa jelas di setiap sudut kota.
Yang paling menonjol, lantunan suara sang muazin yang mengumandangkan azan untuk panggilan salat. Allahu akbar, sungguh Allah Maha Besar, yang membawa agama rahmatan lil alamin ke seluruh penjuru bumi ini .
Hamad dan Alimah, muslim asli Chechnya yang berbaik hati menerima kedatangan tim Jazirah Islam. Bersama mereka kita bisa melihat keseharian muslim Chechnya.
Foto: Keluarga muslim Chechnya di Kota Grozny (Yoga Endryanto/TRANS7) |
Persinggahan pertama adalah kawasan pasar tradisional, bernama Berkat. Pasar Berkat atau warga setempat memanggilnya Berkat Bazaar, terletak tak jauh dari pusat Kota Grozny.
Nama Berkat, dalam bahasa Chechen bermakna cukup, melimpah dan kemakmuran . Seperti harapan setiap warga Chechnya yang datang ke pasar ini. Setiap harinya, pasar ini buka mulai pukul 07.00 hingga pukul 15.00.
Beragam barang dagangan dijajakan di kios-kios kecil. Dari mulai aneka perlengkapan rumah tangga, pakaian, sayur mayur, hingga lauk pauk seperti ikan kering yang didatangkan dari wilayah lain.
Berpenduduk mayoritas muslim, bisa dipastikan seluruh barang dagangan yang dijual di dalam pasar ini halal, termasuk ayam potong yang akan dibeli Alimah. Selain kios-kios kecil, di bagian luar pasar Berkat, berjejer toko-toko yang juga menawarkan aneka kebutuhan bagi warga Grozny.
Keluarga Hamad dan Alimah dikaruniai 3 orang putra. Hamzah (20), Muslim (17) dan si bungsu Mansyur. Bagi Hamad dan Alimah, mereka adalah kebanggaan keluarga. Meski tidak hidup di gemerlap Moskow, mereka bisa melaksanakan ibadah dengan bebas dan bisa berkumpul bersama keluarga setiap hari, merupakan wujud rezeki Allah SWT yang tak terkira .
Jika bagi orang Indonesia beras adalah makanan utama, maka tepung merupakan sumber karbohidrat muslim Chechen. Untuk menyambut tamu, Alimah menyiapkan makanan special yaitu zizigh galnish.
Bagi muslimah Chechen, mereka telah dilatih untuk membuat hidangan zizigh galnish ini sejak masih belia. Dalam hidangan zizigh galnish, tak banyak bumbu digunakan, cukup sedikit garam dan penyedap rasa, untuk memperkuat rasa gurih pada kuah kaldu.
Foto: Keluarga muslim Chechnya di Kota Grozny (Yoga Endryanto/TRANS7) |
Selain menggunakan daging ayam, dalam kuliner zizigh galnish ala Chechnya, warga juga kerap memakai daging sapi atau domba. Di bulan Ramadan, hidangan ini menjadi menu utama untuk mengisi energi setelah seharian penuh berpuasa.
Kuatnya generasi Islam di Chechnya bukan datang dengan tiba-tiba. Kecintaan terhadap agama rahmatan lil alamin, dipupuk sejak mereka masih belia.
Di Grozny, ada sekolah hafiz atau penghafal Alquran bernama Kheda Kishieva. Sekolah ini telah berdiri selama 5 tahun, dengan jumlah siswa sekitar 100 orang, yang semuanya laki-laki.
Foto: Di Grozny, ada sekolah hafiz atau hapalan Alquran, bernama Kheda Kishieva (Yoga Endryanto/TRANS7) |
Usia 8 tahun merupakan syarat minimal untuk memasuki sekolah ini. Setelah itu, setiap siswa akan menempuh masa pembelajaran Alquran hingga mereka berusia 13 tahun, 8 hingga 10 jam setiap harinya harus mereka habiskan untuk menghapal ayat-ayat suci Alquran.
Sekolah ini serupa dengan sistem pondok pesantren Alquran yang ada di Indonesia. Seluruh siswa difokuskan untuk membangun kemampuan diri dalam ilmu agama Islam.
Menakjubkan, negara federasi Chechnya, begitu serius melahirkan generasi baru yang cinta Islam dan Alquran. Sekolah ini sama sekali tak memungut biaya. Sang orangtua, hanya cukup membekali putra mereka dengan pakaian yang layak. Sementara fasilitas tempat tinggal dan kebutuhan makanan, didanai langsung oleh sang pemimpin, Ramzan Kadyrov.
Foto: Di Grozny, ada sekolah hafiz atau hapalan Alquran, bernama Kheda Kishieva (Yoga Endryanto/TRANS7) |
Di sini, setiap siswa bebas untuk memilih cara untuk menghapal Alquran. Tak boleh ada paksaan atau hukuman. Kecintaan terhadap ayat-ayat suci Alquran dibangun dengan penuh cinta kasih. Yang terpenting ketika memasuki sekolah ini, sang calon siswa setidaknya bisa mengenali dan membaca huruf hijaiyah. Setelah itu, pelajaran akan dimulai dengan memberikan tugas untuk menghapal surat-surat pendek terlebih dahulu .
Jika seseorang menghapal 1 halaman kitab suci Alquran dalam sehari, maka, diperkirakan hapalan akan selesai dalam waktu sekitar 3 tahun. Benih-benih generasi muslim baru di Chechnya benar-benar membuat takjub. Setiap hari, mereka benar-benar dibimbing untuk mencintai Islam, agama rahmat bagi semesta alam.
Sumber: https://news.detik.com



Foto: Keluarga muslim Chechnya di Kota Grozny (Yoga Endryanto/TRANS7)
Foto: Keluarga muslim Chechnya di Kota Grozny (Yoga Endryanto/TRANS7)
Foto: Di Grozny, ada sekolah hafiz atau hapalan Alquran, bernama Kheda Kishieva (Yoga Endryanto/TRANS7)
Foto: Di Grozny, ada sekolah hafiz atau hapalan Alquran, bernama Kheda Kishieva (Yoga Endryanto/TRANS7)
0 Reviews