Read more
Ipapnews.com, washington - Presiden Donald Trump telah membuat penjelasan sederhana untuk pilihan Kabinetnya yang kaya: Orang kaya tahu bagaimana mengelola uang lebih baik daripada orang miskin.
Dalam sebuah demonstrasi di sebuah reli di Iowa pada hari Rabu malam, Trump menanggapi kritik tentang pilihannya untuk pekerjaan ekonomi utama, termasuk investor milyuner Wilbur Ross untuk sekretaris Commerce dan mantan Presiden Goldman Sachs Gary Cohn untuk penasihat ekonomi utama.
Trump, yang mengalahkan Goldman Sachs selama kampanye kepresidenan, mendapat reaksi keras karena memilih tokoh Wall Street yang kaya untuk jabatan administrasi puncak. Banyak dari nominasinya memiliki aset keuangan yang kompleks di seluruh dunia, yang menciptakan banyak potensi konflik.
Trump berpendapat pada hari Rabu bahwa orang kaya dapat lebih menjalankan ekonomi A.S. karena mereka tidak memerlukan uang.
(Baca Juga: Media Korut Sebut Donald Trump Psikopat)
"Saya mencintai semua orang, kaya atau miskin, tapi dalam posisi tertentu, saya tidak menginginkan orang miskin," kata Trump. "Apakah itu masuk akal? Apakah itu masuk akal? Jika Anda bersikeras, saya akan melakukannya, tapi saya lebih suka dengan cara ini, bukan?"
Kekayaan nominasi Trump menciptakan rintangan dalam proses konfirmasi karena pejabat etika cabang eksekutif bertujuan untuk memastikan mereka mematuhi pedoman. Sementara pilihan Trump telah didivestasi dari aset, beberapa masih memiliki bisnis yang membiarkan pintu terbuka untuk potensi konflik.
Inilah komentar Trump dari reli Iowa:
"So, somebody said, 'Why did you appoint a rich person to be in charge of the economy?' … I said, 'because that's the kind of thinking we want.' I mean, you know, really. Because they're representing the country. They don't want the money. They're representing the country and they had to give up a lot to take these jobs. They gave up a lot. And you get the president — this is the president of Goldman Sachs. Smart. Having him represent us. He went from massive paydays to peanuts, to little tiny — I'm waiting for them to accuse him of wanting that little amount of money. They wanted that. But these are people that are great, brilliant business minds. And that's what we need, that's what we have so the world doesn't take. … We can't have the world taking advantage of us anymore. And I love all people, rich or poor. But in those particular positions, I just don't want a poor person. Does that make sense? Does that make sense? If you insist, I'll do it. But I like it better this way, right?" (Baca Juga: Donald Trump Mmemberikan Selamat Kepada Putra Mahkota Baru Saudi)
Sumber: Cbnc
Dalam sebuah demonstrasi di sebuah reli di Iowa pada hari Rabu malam, Trump menanggapi kritik tentang pilihannya untuk pekerjaan ekonomi utama, termasuk investor milyuner Wilbur Ross untuk sekretaris Commerce dan mantan Presiden Goldman Sachs Gary Cohn untuk penasihat ekonomi utama.
Trump, yang mengalahkan Goldman Sachs selama kampanye kepresidenan, mendapat reaksi keras karena memilih tokoh Wall Street yang kaya untuk jabatan administrasi puncak. Banyak dari nominasinya memiliki aset keuangan yang kompleks di seluruh dunia, yang menciptakan banyak potensi konflik.
Trump berpendapat pada hari Rabu bahwa orang kaya dapat lebih menjalankan ekonomi A.S. karena mereka tidak memerlukan uang.
(Baca Juga: Media Korut Sebut Donald Trump Psikopat)
"Saya mencintai semua orang, kaya atau miskin, tapi dalam posisi tertentu, saya tidak menginginkan orang miskin," kata Trump. "Apakah itu masuk akal? Apakah itu masuk akal? Jika Anda bersikeras, saya akan melakukannya, tapi saya lebih suka dengan cara ini, bukan?"
Kekayaan nominasi Trump menciptakan rintangan dalam proses konfirmasi karena pejabat etika cabang eksekutif bertujuan untuk memastikan mereka mematuhi pedoman. Sementara pilihan Trump telah didivestasi dari aset, beberapa masih memiliki bisnis yang membiarkan pintu terbuka untuk potensi konflik.
Inilah komentar Trump dari reli Iowa:
"So, somebody said, 'Why did you appoint a rich person to be in charge of the economy?' … I said, 'because that's the kind of thinking we want.' I mean, you know, really. Because they're representing the country. They don't want the money. They're representing the country and they had to give up a lot to take these jobs. They gave up a lot. And you get the president — this is the president of Goldman Sachs. Smart. Having him represent us. He went from massive paydays to peanuts, to little tiny — I'm waiting for them to accuse him of wanting that little amount of money. They wanted that. But these are people that are great, brilliant business minds. And that's what we need, that's what we have so the world doesn't take. … We can't have the world taking advantage of us anymore. And I love all people, rich or poor. But in those particular positions, I just don't want a poor person. Does that make sense? Does that make sense? If you insist, I'll do it. But I like it better this way, right?" (Baca Juga: Donald Trump Mmemberikan Selamat Kepada Putra Mahkota Baru Saudi)
Sumber: Cbnc




0 Reviews