CARA GURU MENGHADAPI SISWA BANDEL DI SEKOLAH

CARA GURU MENGHADAPI SISWA BANDEL DI SEKOLAH

Size
Price:

Read more

Ipapnews.com - Jakarta --
Adanya siswa nakal alias bandel di sekolah, bukanlah masalah baru dalam pendidikan. Bahkan guru yang sudah lama mengajar menganggapnya sebagai hal biasa dalam pembelajaran. Setiap kelas pasti ada siswa nakal. Dan itu harus dihadapi dengan baik.
Begini Cara Guru Hadapi Siswa Bandel
Tak dapat dipungkiri, adanya siswa bandel menjadi masalah tersendiri bagi sebagian guru. Yang pasti, kehadiran anak yang dianggap nakal di ruang kelas menjadi salah satu kendala dalam menjalankan proses pembelajaran. Mengapa tidak?
Pembelajaran menjadi terganggu akibat ulah siswa bandel yang menunjukkan perilaku menyimpang. Tujuan pembelajaran kadang-kadang tidak tercapai. Atau materi pelajaran menjadi tidak sampai karena guru menghabiskan waktu untuk mengatasi mereka.
Menghadapi anak bandel dibutuhkan kesabaran dan ketenangan. Di samping itu juga butuh strategi atau siasat yang dapat meredam akibat perbuatan siswa bandel di kelas. Penerapan strategi ini akan membutuhkan waktu sehingga boleh jadi tujuan pembelajaran atau target kurikulum tidak tercapai.
Hal ini lebih baik daripada guru tidak sabar atas kelakuan anak. Sebab, dalam pendidikan, guru

bertugas sebagai pengajar dan pendidik. Ketika menghadapi dan mengatasi masalah siswa nakal, guru akan menyediakan waktu untuk mengarahkan siswa kepada tindakan yang lebih baik. Langkah ini sesungguhnya, guru sudah menunjukkan tugas sebagai pendidik.
Guru perlu memahami dan mencari tahu mengapa siswa menjadi nakal dan suka mengganggu pembelajaran. Apakah kenakalan mereka ditunjukkan untuk semua guru di sekolah? Kalau iya, pemecahan masalah ini perlu melibatkan wali kelas dan orang tua di rumah.
Namun jika kebandelan siswa hanya pada guru tertentu saja, maka guru perlu mencari pemecahan sendiri masalahnya. Mungkin ada cara dan gaya mengajar yang memberi peluang kepada anak berpotensi nakal.
Sebagian siswa memang bangga diberi julukan atau label bandel pada dirinya. Yang lainnya justru merasa malu dan terpukul mentalnya ketika julukan itu diberikan padanya. Oleh sebab itu, tidak memberi label atau sebutan “bandel” atau “nakal” adalah langkah tepat.
Anak bandel umumnya ingin mendapat perhatian khusus dari guru. Menghadapi anak seperti ini, guru mungkin lebih baik menunjukkan perhatian lebih dengan motivasi verbal maupun non-verbal. Jika menyepelekan mereka atau menganggap sepi kehadiran mereka dalam kelas, justru akan memperbesar potensi bandel pada diri siswa tersebut.
(Sumber: viva)
Sekian dari informasi tersebut,semoga bermanfaat...

0 Reviews

Contact form

Name

Email *

Message *