Salah Diagnosis HIV Selama 12 Tahun, Masa Kecil Wanita Thailand Ini Hancur

Salah Diagnosis HIV Selama 12 Tahun, Masa Kecil Wanita Thailand Ini Hancur

Size
Price:

Read more

Suthida Saengsumat, selama 12 tahun salah didiagnosis derita HIV (Daily Mail)
Suthida Saengsumat, selama 12 tahun salah didiagnosis derita HIV (Daily Mail)

Ipapnews.com, Bangkok - Suthida Saengsumat (20), wanita asal Thailand yang didiagnosa menderita HIV 12 tahun yang lalu, ternyata tidak pernah terkena virus tersebut. Ia pun meminta kompensasi untuk "masa kanak-kanaknya yang hancur".
Ibu rumah tangga dari provinsi Roi-et, Thailand timur laut ini mengisahkan, ia ditolak oleh murid sekolah dan anak-anak setempat setelah dia didiagnosa terkena HIV.
"Saya menangis sendirian setiap malam di rumah. Tidak ada uang yang bisa mengembalikan masa kanak-kanak saya yang hilang dan saya ingin memberi tahu dokternya," urai Saengsumat, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Senin (5/6/2017).
Saengsumat pertama kali diberitahu bahwa dia mengidap HIV setelah gurunya menggelar tes HIV/AIDS 12 tahun yang lalu. Staf sekolah menjadi khawatir karena ayahnya meninggal akibat AIDS dan ibunya mulai menderita alergi parah.


Tidak ada tes kedua untuk mengkonfirmasi hasilnya dan Saengsumat mulai memakai obat antiretroviral setiap hari. Dia mengatakan bahwa dia mengalami diskriminas pasca hasil tes tersebut. Hal itu menyebabkan dia putus sekolah. Dalam perjalanan waktu Saengsumat pun menikah.
Meskipun menggunakan kontrasepsi saat berhubungan intim, ia tetap hamil dan melahirkan anak pertamanya lima tahun yang lalu. Setelah tes HIV untuk anak-anaknya negatif, ibu dua anak ini memutuskan untuk melakukan tes bagi dirinya sendiri.
Ketika hasil tesnya menunjukkan bahwa dia tidak memiliki penyakit HIV, Saengsumat berhenti mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Namun dia masih terus meragukan kesehatannya dan pada hari kamis setelah tes darah kedua dalam waktu lebih dari seminggu setelah tes pertama, ia kembali dinyatakan negatif HIV.
Saengsumat pun menangis atas hasil tes itu. Dia mengatakan kepada Bangkok Post, anak-anaknya mulai sekarang tidak perlu lagi dipermalukan atau bersembunyi dari orang lain karena ia tidak memiliki AIDS.
"Anak-anak saya, mulai sekarang kalian tidak perlu dipermalukan atau bersembunyi dari orang lain karena saya tidak memiliki AIDS," ujarnya.
Preeyanat Lorsermwattana, ketua jaringan orang-orang yang terkena dampak kelalaian medis mengatakan bahwa jaringan tersebut telah menerima beberapa keluhan dari orang-orang yang menderita akibat salah diagnosa. Dia mengutip kasus seorang perawat di Phuket yang salah didiagnosis HIV positif dan yang memenangkan kasus terhadap dokter yang bertanggung jawab atas tes darah tersebut.
Karena salah diagnosisnya, perawat harus mengonsumsi obat anti virus selama empat tahun dan kehilangan kesempatan untuk bekerja di luar negeri.
Nama rumah sakit dan dokter yang terlibat kasus Saengsumat belum diketahui.

0 Reviews

Contact form

Name

Email *

Message *